Jumat, 13 Maret 2015

PERBEDAAN ANTARA ILMU SOSIAL DASAR DAN ILMU BUDAYA DASAR



Sebelum kita membahas perbedaan antara ISD dan IBD ada baiknya kita mengetahui masing masing apa perngertian dari kedua ilmu tersebut.

Ilmu sosial dasar adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia tentang masalah sosial dalam berbagai ilmu ilmu sosial seperti sosiologi, sejarah, antropologi, dan psikologi sosial.

ISD atau biasa kita kenal sebagai Ilmu Sosial Dasar. Terdiri dari 3 kata apabila kita memisahkannya. Ilmu, Sosial, dan Dasar.

·         Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.
·         Sosial adalah segala perilaku manusia yang merujuk pada hubungan-hubungan manusia dalam kemasyarakatan, hubungan antar manusia, hubungan manusia dengan kelompok, serta hubungan manusia dengan organisasi untuk mengembangkan dirinya.
·         Dasar adalah sesuatu yang paling bawah atau paling mudah.


ISD sendiri ruang lingkupnya yaitu membahas tentang adanya berbagai konsep atau aspek kenyataan bersama yang merupakan masalah sosial. Diantara tujuannya yaitu membantu perkembangan memasang pemikiran dan kepribadian.

Jadi dapat saya simpulkan bahwa ISD atau Ilmu Sosial Dasar adalah seluruh usaha sadar manusia untuk menyelidiki segala perilaku manusia yang bersifat nonindividualis serta mencari respon yang pas dalam menghadapi perilaku nonindividualis tersebut. Jadi pada mata kuliah tersebut kita lebih ditekankan dalam hal sosialnya. Entah itu menanggapi konflik batin yang disebabkan oleh orang lain atau faktor lain, memberikan penyuluhan narkoba kepada warga yang awam. Intinya ISD pasti sedikitnya melibatkan 2 orang karena manusia kadang sulit melakukan apa-apa sendirian.

Ilmu budaya dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan. IBD atau bisa dibilang Ilmu Budaya Dasar. Ilmu ini memang tergolong baru untuk saya. Tapi bisa dibilang gambaran manfaat dari mempelajari ilmu ini pun sudah bisa terbayangkan. Sama seperti ISD.

IBD juga terdiri dari 3 kata. Ilmu, Budaya dan Dasar.

·         Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.
·         Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
·         Dasar adalah sesuatu yang paling bawah atau paling mudah.


IBD juga mempunyai ruang lingkupnya sendiri, yaitu membahas tentang aspek kehidupan yang berkaitan dengan masalah kemanusiaan. Dimana tujuannya yaitu untuk mengembangkan kepribadian mengenai gejala yang berkaitan pada lingkungan.

Jadi Ilmu Budaya Dasar adalah usaha sadar manusia untuk menyelidiki serta menerapkan cara hidup mendasar yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok yang merupakan suatu warisan turun temurun dari generasi ke generasi. Budaya yang dimaksudkan ini adalah nilai budaya yang terkandung dalam nilai-nilai Pancasila seperti budaya gotong royong, budaya senyum sapa salam, dan budaya sopan santun lainnya yang merupakan warisan nenek moyang kita.


            Lalu perbedannya disini adalah, Ilmu Sosial Dasar ( ISD ) adalah ilmu-ilmu sosial dipergunakan dalam pendekatan, sekaligus sebagai sarana jalan keluar untuk mencari pemecahan masalah-masalah sosial yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Sedangkan Ilmu Budaya Dasar (IBD) adalah ilmu yang mempelajari budaya atau akal budi yang mendasar dari manusia dan sangat Humaniter, Empiris, belum mencakup sebagian besar aplikasi kehidupan secara spesifik dan mendalam seperti seni, sistem ekonomi ataupun filsafat lain yang sifatnya komplementer.



Sumber:http://suyanwarwawang.blogspot.com/2015/03/ilmu-sosial-dasar-dan-ilmu-budaya-dasar.htmlhttp://halman20.blogspot.com/2012/10/perbedaan-ilmu-sosial-dasar-dan-ilmu.html
http://anasalkhoer.blogspot.com/2014/04/perbedaan-iad-isd-dan-ibd.html

Rabu, 14 Januari 2015

Dampak dan Penyebab Dari Penerbangan Izin Maskapai, Serta Cara Membenahinya


  Di zaman yang sudah serba maju ini transportasi udara atau pesawat sudah bukan hal yang baru lagi di kalangan masyarakat, transportasi ini adalah yang paling efisien dan paling dipilih di banding dengan transportasi lainnya seperti laut dan darat. Bisa dibilang efisiaen Karena  dari segi waktu sudah pasti pesawat lebih cepat, dan dari segi kehematan biaya pesawat juga tidak kalah murah nya dengan transportasi darat dan laut, dari segi keamanan atau safety, menurut survey dan data penelitian kecelakaan transportasi, angka kematian yang disebabkan kecelakaan lebih rendah dibandingkan dengan transportasi di darat khususnya, Pesawat juga memiliki standar keamanan yang tinggi oleh karena itu transportasi ini bisa dibilang paling aman, dan itulah alasan mengapa banyak yang memilih transportasi udara ini.
  Tetapi tetap saja seaman amannya perhitungan manusia, tidak akan 100% aman atau benar benar selamanya aman, seperti kejadian salah satu maskapai baru baru ini, yakni pesawat air asia yang dikabarkan hilang, meskipun sudah ditemukan di perairan Kalimantan, tetapi pesawat tersebut sudah tidak sempurna, yakni sudah hancur berkeping keping.
Lalu apa penyebab dari pesawat air asia itu sendiri yang menyebabkan tragedy yang sangat tragis, penyebab dari tragedy air asia sendiri cukup beragam, dan salah satu penyebab dari air asia adalah ternyata maskapai tersebut telah melanggar ijin terbang.
  Ya air asia memang melanggar ijin terbang, Berdasarkan NAC tadi, Indonesia menawarkan empat penerbangan yang tersedia di slot Surabaya-Singapura kepada AirAsia dan sesuai persetujuan, maskapai milik Tony Fernandes itu mendapat izin pada hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu atau sesuai rumus 1-2-4-6.
  "Tapi pada kenyataannya, AirAsia melanggar jadwal terbang pada Rabu, Jumat dan Minggu. Singapura memang memberikan izin mendarat selama tujuh hari seminggu untuk AirAsia, tapi kan dari Indonesia tidak. Padahal setiap airline [maskapai] harus mendapat izin dari kedua negara," kata Djoko.
  "Saya semalam dapat konfirmasi dari Singapura, mereka lupa menyampaikan kalau setiap airlines wajib mendapat izin dari kedua negara. Tidak bisa hanya 1 negara saja," kata dia.

  Dari masalah perizinan tersebut ada beberapa dampak yang harus diperhatikan yaitu:

1.     Terjadi nya ketidaksesuai kebijakan di bandara kepergian dan tujuan. Contohnya, Bandara Singapura memang memberikan izin mendarat selama tujuh hari seminggu untuk maskapai, tapi kan dari Indonesia tidak. Padahal setiap maskapai harus mendapat izin dari kedua negara, tidak boleh hanya satu bandara saja yang memberikan izin mendarat atau landas tetapi harus dua negara.
2.     Merambat nya pembiaran izin terbang tersebut ke maskapai-maskapai lain.
3.     Terjadi pembiaran yang dilakukan oleh pemerintah kepada maskapai yang terbang tanpa izin, sebelum terjadinya insiden-insiden tertentu.
4.     Terjadi nya prasangka buruk dari masyarakat terhadap pemerintah yang berwenang, mengapa pemerintah dapat membiarkan suatu maskapai dapat terbang padahal belum mendapatkan izin tersebut.
5.     Terjadi lempar tanggung jawab diantara pemerintah dan maskapai setelah terjadi nya insiden-insiden tertentu.


  Dari beberapa dampak diatas ada beberapa penyebab mengapa maskapai dapat terbang tanpa adanya izin terbang tersebut yaitu:

1.     Kurangnya pengawasan dan audit terhadap maskapai yang terbang tanpa izin.
2.     Kurangnya pengawasan dan audit terhadap jajaran pemerintahan yang berwenang mengeluarkan izin tersebut.
3.     Kurangnya intergrasi dan komunikasi terhadap dua negara yang memberikan izin terbang.
4.     Terjadi kecurangan seperti kesepakatan tertentu antara pemerintah dan maskapai agar izin terbang dapat keluar, yang dapat menguntung kan beberapa pihak saja dan merugikan banyak orang.
5.     Terjadinya pergantian pemerintahan pusat, yang menyebabkan kurang fokusnya pemerintah tersebut untuk mengawasi hal ini.


  Dalam hal atau masalah ini banyak sekali yang harus dibenahi dari berdasarkan dampak dan penyebab, yakni:

1.     Membenahi kinerja pemerintahan yang mengeluarkan izin terbang kepada suatu maskapai, mulai dari pemimpin atau pejabatnya yang berwenang.
2.     Membekukan rute penerbangan yang melanggar izin.
3.     Memberikan sanksi keras bagi maskapai yang melanggar izin terbang.
4.     Memberikan syarat dan verifikasi yang ketat dalam hal pemberian izin terbang.
5.     Melaksanakan integrasi dan komunikasi antar negara yang memberi izin.
6.     Harus adanya kesadaran pada pihak maskapai untuk memberikan pengamanan dan kenyamanan kepada penumpang, contohnya dalam izin terbang ini.
7.     Harus ada kesadaran pula dari pemerintah untuk tidak asal memberikan izin kepada suatu maskapai, apalagi izin tersebut keluar karena adanya suatu gratifikasi dari maskapai kepada pemerintah yang memberi izin.

  Oleh karena itu perlu dituntut kesadaran dari semua pihak baik dari pemerintah, maskapai dan juga masyarakat sebagai pengawas dan pengguna jasa angkutan tersebut agar tidak terjadi insiden-insiden yang tidak diinginkan, dan untuk mewujudkan moda transportasi ini yang baik, nyaman, aman dan berkualitas.





Sumber:
http://afanrais19.blogspot.com/2015/01/dampak-dan-penyebab-dari-pelanggaran.html

Minggu, 04 Januari 2015

DAMPAK GLOBALISASI DI BIDANG SOSIAL & BUDAYA DAN CARA MEMBENTENGI DIRI TERHADAPNYA




Globalisasi di era modern ini, dirasa sangat kental. Ia masuk kesetiap bagian dalam suatu Negara, misalnya ekonomi, pendidikan, IPTEK, sosial budaya dan lain lain. Bahkan semua orang dapat merakan efek dan pengaruh yang dibawa Globalisasi. Pengaruh positif tentu sangat baik dan bisa diterima. Namun selain pengaruh positif, juga terdapat pengaruh negatif. Sebelum membahas dampak positik maupun negatif Globalisasi dalam bidang Sosial Budaya. Ada baiknya kita memahami dulu apa yang dimaksud dengan globalisasi.

A.    Pengertian Globalisasi
Globalisasi berasal dari kata globe yang berarti "dunia". Secara harfiah globalisasi bisa diartikan sebagai proses mendunia. Globalisasi dalam bidang Sosial Budaya merupakan proses sosialisasi & pertukaran budaya antar bangsa yang melintasi batas Negara.
Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa globalisasi merupakan proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara berada dalam ikatan yang semakin kuat  untuk mewujudkan sebuah tatanan kehidupan baru atau kita bisa mengatikan kesatuan ko-eksistensi yang nantinya akan menghapus batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Pengertian ini didukung oleh pihak yang mendukung terjadinya sebuah evolusi sosial ekonomi dan budaya. Ada empat faktor pendukung munculnya globalisasi yaitu berkembang pesatnya teknologi, telekomunikasi, transportasi dan adanya integrasi ekonomi. Namun meski hanya empat faktor pendukung, dampak globalisasi merambat pada segala sektor yang ada

B.     Dampak Globalisasi Bidang Sosial Budaya

         1.      Dampak Negatif Globalisasi Bidang Sosial Budaya
Pengaruh Globalisasi bidang Sosial Budaya yang paling dapat kita rasakan adalah “Masuknya Budaya Barat” (westernisasi). Budaya barat sangat bertentangan dengan Bangsa Asia khusunya Indonesia yang dianggap Budaya Timur. Di era Globalisasi ini, dengan mudahnya Budaya Barat masuk  melalui media internet, tv, ataupun media cetak yang kemudian diserap oleh banyak anak-anak muda di Indonesia. Hal ini saling berkesinambungan dengan pengaruh buruk lainnya dari globalisasi.

Bagi Bangsa Indonesia, Masuknya Budaya Barat dapat menyebabkan:

a.       Aculturasi
Biasanya ditandai dengan perubahan budaya maupun kebiasaan dalam masyarakat. Norma masyarakat yang sebelumnya menjadi pedoman bagi seseorang bertindak perlahan-lahan berubah menjadi tidak dipedulikan lagi. Misalnya kebiasaan memberikan salam dan mencium tangan pada orang tua sudah pudar di kalangan generasi muda.
Budaya atau kebiasaan pada masyarakat seperti memberikan salam dan mencium tangan pada orang tua sudah pudar di kalangan generasi muda sebagian besar disebabkan oleh masuknya budaya Barat.
Memberi salam atau mencium tangan orang tua sudah tergantikan oleh “Cipika-Cipiki” yang diperkenalkan budaya Barat. Padahal ini tidak sesuai dengan Bangsa Timur yang lebih mengedepankan etika dalam bermasyarakat. Terlebih dalam Agama Islam “Cipika-Cipiki” dianggap dosa bila dengan lawan jenis.
Aculturasi juga ditandai dengan kebiasaan anggota masyarakat melanggar aturan atau hukum. Hal yang tidak biasa dalam masyarakat kini telah menjadi lazim untuk dilakukan. Hal ini akibat kebebasan yang diajarkan budaya Barat sehingga dirasa terlalu bebas tanpa disertai tanggung jawab.

b.      Sikap Meniru

·         Meniru perilaku yang buruk
Banyak sekali adegan dalam film Barat yang tidak sepatutnya dicontoh oleh kaum muda. Misalnya, perkelahian antar pelajar dan adegan-adegan kekerasan lainnya serta pelajar yang terintimidasi atau sering ejek dan diganggu dalam sekolah, sifat tawuran dan saling mengejek Antara sesama pelajar di Indonesia sudah sering terjadi belakangan ini, padahal kalau kita lihat pada masa-masa lalu tidak ada yang namanya tawuran maupun saling mengejek Antara pelajar di Indonesia.

·         Meniru Idola
Seseorang yang mengidolakan suatu tokoh seperti aktris/actor atau penyanyi, pasti ingin sama persis menjadi seperti idolanya, setidaknya dalam hal bergaya atau berpakaian. Cara berpakaian para aktris/actor atau penyanyi dari barat (luar Indonesia) sangat bertentangan dengan cara berpakaian di Indonesia bahkan ada yang bahkan dianggap tak lazim bahkan mungkin dapat dikatakan “gila”. Tapi semua itu seolah tak berarti dan tak diindahkan oleh kaum muda di Indonesia, dan tetap diikuti.
                                                                             
·         Cara berpakaian
Barat yang identik dengan liberalisme, sangat bebas dalam berpakaian. Dan karena tren pakaian dunia berkiblat pada bangsa Barat, maka style/cara berpakaian bangsa Barat pun perlahan masuk dalam budaya kita dan berpakaian sangat sexy dengan rok pendek sudah mejadi hal yang lumrah. Padahal berpakaian seperti itu di Indonesia sangat bertentangan dengan budaya dan  adat, apa lagi kalau di masukkan dalam peraturan agama islam yang mengharuskan kita berpakaian sopan dan menutup semua aurat kita, jadi ini sangat bertentangan dengan gaya berpakaian orang Indonesia.

·         Sekularisme

Merupakan Ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi harus berdiri terpisah dari agama atau kepercayaanDalam kajian keagamaan, masyarakat dunia barat pada umumnya di anggap sebagai sekular. Hal ini di karenakan kebebasan beragama yang hampir penuh tanpa sangsi legal atau sosial, dan juga karena kepercayaan umum bahwa agama tidak menentukan keputusan politis. Tentu saja, pandangan moral yang muncul dari tradisi kegamaan tetap penting di dalam sebagian dari negara-negara ini.

Selain Masuknya Budaya Barat yang menjadi akar dari semua dampak negatif Globalisasi bidang sosial budaya, ada unsur lain yang ikut berperan dalam hal ini yaitu “Kemajuan IPTEK”. Kemajuan IPTEK adalah dampak positif dari globalisasi dalam bidang Teknologi, namun ini sedikit banyak membawa dampak negatif bidang Sosial Budaya yang diantaranya melahirkan gaya hidup yang :

c.       Individualistis
Dulu sosialisasi hanya dapat terjadi jika kita pergi keluar rumah, menyapa tetangga ataupun mengobrol. Namun dizaman modern ini, hanya dengan duduk dialam rumah dengan internet, bahkan kita bisa bersosialisasi dengan orang-orang yang berada sangat jauh. Inilah akar dari individualistis yang tercipta karena tidak bersosialisasi secara langsung. Hal ini akan sangat merusak karena menciptakan seseorang dengan sikap yang tidak memperdulikan orang lain selain dirinya.

d.      Pragmatisme
Pragmatisme adalah sikap yang menilai sesuatu dari untung ruginya bagi diri sendiri.  Padahal menolong tanpa pamrih adalah pelajaran dasar dalam bermasyarakat. Tapi semakin majunya jaman, menyebabkan lunturnya nilai-nilai gotong royong dan tolong-menolong dalam hal-hal kebaikan. Individu lebih mengarahkan pada kegiatan yang menguntungkan dirinya saja.

e.       Materialisme
Materialsme adalah doktrin yang menyatakan bahwa kenyamanan, kesenangan, dan kekayaan merupakan satu-satunya tujuan atau nilai tertinggi. materialisme adalah kecenderungan untuk lebih peduli dengan materi dari pada rohani atau tujuan dan nilai intelektual.
Materialisme adalah pandangan hidup yang mencari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan manusia di dalam alam kebendaan semata-mata dengan mengesampingkan segala sesuatu yang mengatasi alam indra. Ini sesuai dengan kaidah dalam bahasa indonesia. Jika ada kata benda berhubungan dengan kata isme maka artinya adalah paham atau aliran.
Materialisme adalah paham dalam filsafat yang menyatakan bahwa hal yang dapat dikatakan benar-benar ada adalah materi. Pada dasarnya semua hal terdiri atas materi dan semua fenomena adalah hasil interaksi material. Materi adalah satu-satunya substansi. Sebagai teori materialisme termasuk paham ontologi monistik. Materialisme berbeda dengan teori ontologis yang didasarkan pada dualisme atau pluralisme. Dalam memberikan penjelasan tunggal tentang realitas, materialisme berseberangan dengan idealisme.
Materialisme tidak mengakui entitas-entitas nonmaterial seperti : roh, hantu, setan dan malaikat. Pelaku-pelaku immaterial tidak ada. Tidak ada tuhan (Allah) atau dunia adikodrati/supranatural. Realitas satu-satunya adalah materi dan segala sesuatu merupakan manifestasi dari aktivitas materi. Materi dan aktivitasnya bersifat abadi. Tidak ada Penggerak Pertama atau Sebab Pertama. Tidak ada kehidupan, tidak ada pikiran yang kekal. Semua gejala berubah, akhirnya melampaui eksistensi, yang kembali lagi ke dasar material primordial, abadi, dalam suatu peralihan wujud yang abadi dari materi.
Jadi materialism tidak mengakui adanya tuhan dan berpikir bahwa semua di dunia ini hanya materi. Ini bertentangan dengan nilai agama di Indonesia dimana agama mengatakan ada entitas selain entitas material yaitu roh, jin, setan dan malaikat, serta meyakini adanya tuhan (Allah).


f.   Hedonisme
Hedonisme adalah pandangan hidup atau pola hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup. bagi para penganut paham ini, bersenang senang, pesta pora, dan berpoya- poya merupakan tujuan utama hidup, entak itu menyenangkan bagi orang lain atau tidak. karena mereka beranggapan hidup ini hanya satu kali, sehingga mereka merasa ingin menikmati hidup senikmat-nikmatnya.

g.       Konsumerisme
Konsumerisme merupakan paham dimana seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Dan inilah hal yang paling sering terjadi seperti berbelanja pakaian terlalu banyak. Padahal pakaian tersebut tidak semuanya dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

      2.      Pengaruh Positif Globalisasi Bidang Sosial Budaya
Banyak sekali pengaruh buruk akibat Globalisasi yang kita rasakan. Namun tentunya masih ada pengaruh positif Globalisasi Bidang Sosial Budaya yang dapat kita rasakan, atau mungkin bagi sebagian banyak orang sudah mengalaminya.

a.       Meningkatkan pembelajaran mengenai tata nilai sosial budaya, cara hidup, pola pikir yang baik, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi dari bangsa lain yang telah maju.
b.      Meningkatkan etos kerja yang tinggi, suka bekerja keras, disiplin, mempunyai jiwa kemandirian, rasional, sportif, dan lain sebagainya.

Dengan semua dampak dampak globalisasi diatas adakah cara agar kita membentengi diri agar terhindar dari dampak dampak negative dari globalisasi sendiri? Ada.

C. Cara Membentengi Diri dari Dampak Globalisasi

1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat menciintai produk dalam negeri.
2. Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan sebail-baiknya.
3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar-             benarnya dan seadil- adilnya.
5. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.

KESIMPULAN

Banyak pola hidup negatif akibat Globalisasi seperti konsumerisme, pragmatism, hedonism, matrealisme dan lain-lain. Semua sikap tersebut akan membuat lunturnya semangat gotong royong, solidaritas, kepedulian, & kesetiakawanan sosial serta nilai-nilai agama. Nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara pun akan pudar karena dianggap tidak ada hubungannya.
Juga terdapat beberapa dampak positif yang dapat kita rasakan:
1.      Meningkatkan pembelajaran mengenai tata nilai sosial budaya, cara hidup, pola pikir yang baik, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi dari bangsa lain yang telah maju.
2.      Meningkatkan etos kerja yang tinggi, suka bekerja keras, disiplin, mempunyai jiwa kemandirian, rasional, sportif, dan lain sebagainya.

Dari dampak globalisasi di bidang social dan budaya terlihat bahwa dampak negative lebih
Mendominasi dari pada dampak positivenya oleh karena itu kita harus punya pertahanan untuk membentengi diri dari segala dampak dampak negativenya seperti yang sudah dijelaskan diatas dan yang utama adalah perkuatlah keimanan kita terhadap Tuhan YME. 





Sumber:

Sumber gambar:
http://www.pengertianahli.com/2013/08/pengertian-globalisasi-menurut-para-ahli.html#_
https://awidyarso65.wordpress.com/2008/10/23/e-learning-mendorong-pembelajaran-bilingual-di-sd-ypj-kk/


Jumat, 21 November 2014

Narkoba dan Universitas




Kata kata Narkoba dan Universitas mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita, bahkan keterkaitan satu sama lain antara narkoba dan universitas dalam artian universitas sebagai wadah untuk pemakain, bertransaksi, sampai menjadi Bandar dari narkoba tersebut mungkin memang sudah bukan berita mengejutkan lagi di telinga masyarakat luas.

Seperti yang sudah kita semua ketahui bahwa Narkoba itu adalah barang Haram yang sudah jelas dilarang dalam agama, maupun Negara, yang seharusnya tidak kita sentuh dan wajib kita hindari.

Oleh karena itu saya akan membahas Penyebaran Narkoba di Universitas dan hal hal yang harus dilakukan untuk menciptakan lingkungan kampus bebas Narkoba. Kebetulan Saya sendiri disini adalah seorang mahasiswa dari universitas Gunadarma, dan saya akan berpendapat apakah ada kemungkinan kampus yang saya tempati ini terjaring dalam jaringan narkoba atau bersih dari barang haram tersebut.


Banyak hal yang dapat dilakukan oknum oknum Bandar narkoba dengan akal bulusnya demi barang haramnya itu, yakni narkoba dapat tersebar luaskan dan pastinya mereka akan mendapat keuntungan yang dapat dibilang besar.

Salah satu modus yang sering digunakan oknum oknum Bandar narkoba ini adalah, menawari Narkoba ini kepada mahasiswa dalam kampus yang tingkat keamanannya rendah dengan Cuma Cuma atau gratis, pada awalnya memang diberi gratis, tetapi karena narkoba bersifat adiktif, maka akan membuat pemakainya menjadi pecandu yang sangat aktif, dan akan mengalami ketergantungan pada narkoba itu. Dengan cara itu lah oknum oknum narkoba akan mendapatkan banyak pesanan dari mahasiswa mahasiswa yang sudah tercandu.


Lalu apakah Universitas Gunadarma, kampus yang saya tempati ini terjaring dalam jaringan narkoba?

Menurut pengalaman saya yang memang belum terlalu lama berkuliah di kampus Gunadarma ini, kampus Gunadarma ini dapat dibilang mempunyai tingkat keamanan yang cukup bagus, memang pada dasarnya mahasiswa di Universitas Gunadarma ini dibebaskan merokok di luar gedung Universitas ini, tetapi saya yakin bahwa mereka hanya mengkonsumsi rokok, dan tidak mengkonsumsi Narkoba, karena mereka semua pernah mendapatkan test urin yakni pada saat masuk Universitas ini menjadi mahasiswa baru. Yang artinya jika salah satu dari mereka ada yang menggunakan Narkoba pasti akan ketahuan dan tidak akan diterima di kampus Gunadarma ini.






Adapun cara menciptakan lingkungan kampus bebas Narkoba:


  •  Rektorat
         1.     Menetapkan kebijakan ( peraturan dan tata tertib) dan memberikan                      dukungan kegaiatan dalam upaya menghindarkan lingkungan kampus dari          bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
         2.     Mensosialisasikan dan mengawasi pelaksanaan kebijakan.
         3.     Menjalin kerjasama dengan lembaga kesehatan, keagamaan, penegakan                hukum dan Badan Narkotika Nasional Pusat/Propinsi/kabupaten/Kota                  setempat.
         4.     Membuka jejaring dengan warga masyarakat di lingkungan sekitar kampus          dengan membentuk Tim/ Satuan Tugas Anti narkoba di lingkungan                      kampus/.

  •      Dekan / Dosen
1.     Mensinergikan pendidikan pencegahan penyalahgunaan narkoba ke dalam mata kuliah ekstra kurikuler
2.     Bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Pusat/Propinsi/kabupaten/Kota setempat mengadakan pelatihan konselorsebaya bagi para mahasiswa.
3.     Mengadakan pertemuan berkala dengan orang tua mahasiswa dan pihak kampus dalam menyusun program, melaksanakan kegiatan dan melaksanakan pengawasan terhadap program kegiatan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di lingkungan kampus.
4.     Mendata mahasiswa yang terindikasi beresiko tinggi terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
5.     Memberikan konseling pada mahasiswa yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba.
6.     Mengadakan pendataan kasus penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus.
7.     Merujuk mahasiswa yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba ke tempat-tempat rehabilitasi.

  •      Penjaga/Keamanan Kampus
1.     Melaksanakan pengamanan intern pada saat kegiatan kuliah.
2.     Melaksanakan pengamatan terhadap lingkungan kampus yang mencurigakan termasuk aktivitas pedagang kaki lima dan petugas parkir di lingkungan kampus.
3.     Melaporkan hal-hal yang mencurigakan kepada Rektorat.
4.     Menjaga pengamanan intern di lingkungan kampus.

  •     Organisasi Mahasiswa Anti Narkoba
1.     Berkonsultasi dengan Rektorat, menyusun perencanaan Program Penyuluhan Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba secara berkala, baik tahunan, semesteran, triwulan maupun bulanan, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi serta kondisi kampus setempat.
2.     Mendukung dan melaksanakan program-program dalam mewujudkan lingkungan bersih dari narkoba.

  •      Mahasiswa
1.     Mempelajari bahaya penyalahgunaan narkoba dan mengembangkan potensi dirinya dalam menghindarkan diri dari pengaruh penyalahgunaan narkoba.
2.     Berpartisipasi aktif dalam melaksanakan kegiatan pencegahan penyalahgunaan narkoba yang dilaksanakan di lingkungan kampus.
3.     Melaporkan segala bentuk pemilikan,peredaran atau penyalahgunaan narkoba yang terjadi di lingkungan kampus kepada Kader Anti Narkoba di Kampusnya.
4.     Aktif dalam mengikuti pelatihan, seminar, workshop tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba baik yang dilaksanakan oleh pihak kampus maupun di luar kampus.
5.     Sebagai sukarelawan tenaga Fasilitator Penyuluh P4GN bagi juniornya dan anggota Satgas Gerakan Keamanan Kampus Bersih Narkoba di Lingkungan kampusnya.
6.     Menjlin komunikasi yang baik dengan teman sebaya dan warga kampus lainnya (Rektor, dekan, Dosen, Orang tua dan Petugas Keamanan Kampus).

  •     Kampanye Anti Narkoba di Lingkungan Kampus
Untuk menciptakan Lingkungan Bebas Narkoba, perlu juga menggencarkan kampanye anti narkoba dengan kegiatan – kegiatan pokok yang dilakukan dalam Penerapan Program Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba melalui Unit Kegiatan Mahasiswa ( UKM ) di kampus.


Yakni untuk membuat kampus terbebas dari narkoba tidak dapat hanya dilakukan oleh mahasiswa nya saja, tetapi lingkungan ini akan terwujud jika ada kesadaran dan tindakan dari seluruh unit unit yang terjaring dalam kampus tersebut.




Sumber:

Sumber gambar:



Selasa, 14 Oktober 2014

Konflik Pribadi

Saya disini akan menceritakan sedikit tentang masalah pribadi saya dan cara menghadapinya serta menyelesaikan masalah itu sendiri.

Sebelum saya menceritakan masalah pribadi saya, saya akan sedikit mengulas sebenarnya apa itu masalah ?, mengapa masalah terjadi terhadap kita ? haruskah kita menyelesaikan masalah itu?. Tidak menutup kemungkinan kita sebagai manusia pasti pernah memikirkan pertanyaan seperti itu dalam benak masing masing diri kita. Masalah adalah dimana saat kita menyadari bahwa keadaan yang kita hadapi tidak sesuai dengan keadaan yang kita inginkan, masalah dapat terjadi pada siapa saja bahkan disaat kita tidak menginginkannya. Haruskah kita menghadapinya? “YA!” karena masalah datang untuk menguji kemampuan kita untuk menyelesaikannya, dan ingat Tuhan tidak pernah memberi masalah diatas kemampuan yang kita miliki, jadi kita pasti bisa!

Contoh masalah pribadi yang akan saya ceritakan ini, baru baru ini saya alami, dan sangat memberikan arti dalam hidup saya pribadi untuk selalu ingat kepada Tuhan.

Saat itu, saat dimana sebentar lagi saya akan menjadi mahasiswa baru di Universitas Gunadarma kira kira 2 minggu sebelum masuk perkuliahan, saya sangat menunggu hari dimana perkuliahan itu dilaksanakan dan dapat saya ikuti, tetapi pada hari sekitar 2 minggu sebelum pelaksanaan perkuliahan itu saya terkena musibah yang cukup besar bagi remaja seusia saya, saya terjatuh dari lantai 2 dan langsung menimpa meja makan yang terbuat dari kaca yang berada di lantai 1, hancurlah meja makan tersebut  dimana serpihan serpihan kaca nya mengenai leher dan bahu saya, lalu saya dibawa ke rumah sakit memasuki ruang UGD dimana hanya dilakukan penanganan ringan saja dikala itu karena untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut saya harus menunggu dokter bedah yang kebetulan sedang tidak ada di rumah sakit tersebut dan terpaksa harus menunggu, disitu saya sempat putus asa dan berfikir negatif “bagaimana jika saya cacat ?  yang lebih buruk lagi “bagaimana jika saya tidak kuat dan saya meninggal ?” fikiran fikiran tersebut mulai memasuki otak saya,, tapi saya tetap ingat bahwa saya harus masuk saat perkuliahan di mulai di Universitas Gunadarma dan itu membuat tekat saya untuk sembuh dan menahan semua rasa sakit dari luka luka saya, penanganan pun berlanjut sampai tahap operasi dan akhirnya saya dirawat, betapa bersyukurnya saya bahwa saya sangat beruntung luka pada leher dan bahu saya tidak terlalu dalam dan hanya bagian luar saja yang terkoyak jelas dokter yang menangani saya.
            Tak terasa seminggu sudah saya dirawat dirumah sakit, dan pada hari itu saya di perbolehkan pulang karena semakin hari perkembangan kesembuhan saya semakin membaik, tetapi saat itu leher dan bahu saya masih di perban dan belum terlalu bisa digerakan untuk menengok dan bergerak, dokter masih tidak tahu kapan perban saya akan dilepas tergantung kering atau belum jahitan pada luka saya ini, kebetulan saat itu dokter berkata untuk kembali lagi pada saat 2 hari sebelum perkuliahan saya dimulai untuk melihat kondisi luka saya, lalu saya pun pulang untuk melanjutkan beristirahat dirumah.
            Pada saat saya pulang ke rumah saya berfikir “apakah saya bisa sembuh ?” sementara leher dan bahu saya masih di perban bahkan belum bisa di gerakkan sama sekali, lalu “bagaimana saya bisa masuk pada saat perkuliahan dimulai?”, “haruskah saya masuk dengan perban dileher saya ?” “bagaimana jika saya diledek banyak orang disana?”, pertanyaan pertanyaan itu mulai muncul dalam benak saya dan saya sempat berputus asa, dan mulai menyalahkan tuhan, “kenapa harus saya yang tertimpa masalah seperti ini?”, tetapi tiba tiba saya ingat kata kata dari guru saya bahwa Tuhan tidak pernah memberi masalah diatas kemampuan yang kita miliki, saya pun sadar jika tuhan memberi saya masalah seperti ini itu berarti saya bisa menghadapinya dan saya pasti bisa, saya mulai yakin!, semangat untuk sembuh pun mulai tinggi, saya terus meminum obat dan merawat dengan baik luka saya, beberapa hari sudah saya lewati, dan sampailah dimana hari itu 2 hari sebelum perkuliahan dimulai dan dimana hari itu saya harus ke dokter untuk control luka saya, lalu saya menuju rumah sakit dan segera menuju ruangan dokter, alangkah bahagia nya saya saat dokter berkata “luka anda sudah cukup kering dan bisa di copot perbannya dan di lepas jaitannya”, lalu perban dan benang jaitan pun dilepas, Alhamdulillah pada saat itu juga saya mulai bisa menggerakan sedikit leher dan bahu saya walaupun belum terlalu normal, lalu saya di perbolehkan pulang.
            Saya sangat bersyukur kepada Tuhan akhirnya luka saya sudah bisa dikatakan berada di kondisi yang mulai membaik, dan perban pun sudah di lepas, yang membuat saya tidak perlu khawatir lagi jika saya masuk perkuliahan saya akan malu dengan perban itu, akhirnya pada dimana hari perkuliahan dimulai saya bisa masuk layaknya seperti mahasiswa mahasiswa lain seperti biasa.
           

            Kesimpulannya, tidak ada masalah yang tidak bisa di selsaikan walau sebesar apapun masalah yang kalian hadapi karena pada dasarnya Tuhan tidak pernah memberi masalah diatas kemampuan yang kita miliki, jadi kita pasti bisa untuk menghadapinya!




baak.gunadarma.ac.id,www.gunadarma.ac.id,studentsite.gunadarma.ac.id,staffsite.gunadarma.ac.id