Jumat, 13 Maret 2015
PERBEDAAN ANTARA ILMU SOSIAL DASAR DAN ILMU BUDAYA DASAR
·
Ilmu adalah seluruh usaha sadar
untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai
segi kenyataan dalam alam manusia.
Jadi
dapat saya simpulkan bahwa ISD atau Ilmu Sosial Dasar adalah seluruh usaha
sadar manusia untuk menyelidiki segala perilaku manusia yang bersifat
nonindividualis serta mencari respon yang pas dalam menghadapi perilaku
nonindividualis tersebut. Jadi pada mata kuliah tersebut kita lebih ditekankan
dalam hal sosialnya. Entah itu menanggapi konflik batin yang disebabkan oleh
orang lain atau faktor lain, memberikan penyuluhan narkoba kepada warga yang
awam. Intinya ISD pasti sedikitnya melibatkan 2 orang karena manusia kadang
sulit melakukan apa-apa sendirian.
·
Ilmu adalah seluruh usaha sadar
untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai
segi kenyataan dalam alam manusia.
Rabu, 14 Januari 2015
Dampak dan Penyebab Dari Penerbangan Izin Maskapai, Serta Cara Membenahinya
Di
zaman yang sudah serba maju ini transportasi udara atau pesawat sudah bukan hal
yang baru lagi di kalangan masyarakat, transportasi ini adalah yang paling
efisien dan paling dipilih di banding dengan transportasi lainnya seperti laut
dan darat. Bisa dibilang efisiaen Karena dari segi waktu sudah pasti pesawat
lebih cepat, dan dari segi kehematan biaya pesawat juga tidak kalah murah nya
dengan transportasi darat dan laut, dari segi keamanan atau safety, menurut
survey dan data penelitian kecelakaan transportasi, angka kematian yang
disebabkan kecelakaan lebih rendah dibandingkan dengan transportasi di darat
khususnya, Pesawat juga memiliki standar keamanan yang tinggi oleh karena itu
transportasi ini bisa dibilang paling aman, dan itulah alasan mengapa banyak
yang memilih transportasi udara ini.
Tetapi tetap saja seaman amannya perhitungan
manusia, tidak akan 100% aman atau benar benar selamanya aman, seperti kejadian
salah satu maskapai baru baru ini, yakni pesawat air asia yang dikabarkan
hilang, meskipun sudah ditemukan di perairan Kalimantan, tetapi pesawat
tersebut sudah tidak sempurna, yakni sudah hancur berkeping keping.
Lalu apa penyebab dari pesawat air asia itu sendiri
yang menyebabkan tragedy yang sangat tragis, penyebab dari tragedy air asia
sendiri cukup beragam, dan salah satu penyebab dari air asia adalah ternyata
maskapai tersebut telah melanggar ijin terbang.
Ya
air asia memang melanggar ijin terbang, Berdasarkan NAC tadi, Indonesia
menawarkan empat penerbangan yang tersedia di slot Surabaya-Singapura kepada
AirAsia dan sesuai persetujuan, maskapai milik Tony Fernandes itu mendapat izin
pada hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu atau sesuai rumus 1-2-4-6.
"Tapi
pada kenyataannya, AirAsia melanggar jadwal terbang pada Rabu, Jumat dan
Minggu. Singapura memang memberikan izin mendarat selama tujuh hari seminggu
untuk AirAsia, tapi kan dari Indonesia tidak. Padahal setiap airline [maskapai]
harus mendapat izin dari kedua negara," kata Djoko.
"Saya
semalam dapat konfirmasi dari Singapura, mereka lupa menyampaikan kalau setiap
airlines wajib mendapat izin dari kedua negara. Tidak bisa hanya 1 negara
saja," kata dia.
Dari masalah perizinan tersebut ada
beberapa dampak yang harus diperhatikan yaitu:
1. Terjadi
nya ketidaksesuai kebijakan di bandara kepergian dan tujuan. Contohnya, Bandara
Singapura memang memberikan izin mendarat selama tujuh hari seminggu untuk
maskapai, tapi kan dari Indonesia tidak. Padahal setiap maskapai harus mendapat
izin dari kedua negara, tidak boleh hanya satu bandara saja yang memberikan
izin mendarat atau landas tetapi harus dua negara.
2. Merambat
nya pembiaran izin terbang tersebut ke maskapai-maskapai lain.
3. Terjadi
pembiaran yang dilakukan oleh pemerintah kepada maskapai yang terbang tanpa
izin, sebelum terjadinya insiden-insiden tertentu.
4. Terjadi
nya prasangka buruk dari masyarakat terhadap pemerintah yang berwenang, mengapa
pemerintah dapat membiarkan suatu maskapai dapat terbang padahal belum
mendapatkan izin tersebut.
5. Terjadi
lempar tanggung jawab diantara pemerintah dan maskapai setelah terjadi nya
insiden-insiden tertentu.
Dari beberapa dampak diatas ada
beberapa penyebab mengapa maskapai dapat terbang tanpa adanya izin terbang
tersebut yaitu:
1. Kurangnya
pengawasan dan audit terhadap maskapai yang terbang tanpa izin.
2. Kurangnya
pengawasan dan audit terhadap jajaran pemerintahan yang berwenang mengeluarkan
izin tersebut.
3. Kurangnya
intergrasi dan komunikasi terhadap dua negara yang memberikan izin terbang.
4. Terjadi
kecurangan seperti kesepakatan tertentu antara pemerintah dan maskapai agar
izin terbang dapat keluar, yang dapat menguntung kan beberapa pihak saja dan
merugikan banyak orang.
5. Terjadinya
pergantian pemerintahan pusat, yang menyebabkan kurang fokusnya pemerintah
tersebut untuk mengawasi hal ini.
Dalam hal atau masalah ini banyak
sekali yang harus dibenahi dari berdasarkan dampak dan penyebab, yakni:
1. Membenahi
kinerja pemerintahan yang mengeluarkan izin terbang kepada suatu maskapai,
mulai dari pemimpin atau pejabatnya yang berwenang.
2. Membekukan
rute penerbangan yang melanggar izin.
3. Memberikan
sanksi keras bagi maskapai yang melanggar izin terbang.
4. Memberikan
syarat dan verifikasi yang ketat dalam hal pemberian izin terbang.
5. Melaksanakan
integrasi dan komunikasi antar negara yang memberi izin.
6. Harus
adanya kesadaran pada pihak maskapai untuk memberikan pengamanan dan kenyamanan
kepada penumpang, contohnya dalam izin terbang ini.
7. Harus
ada kesadaran pula dari pemerintah untuk tidak asal memberikan izin kepada
suatu maskapai, apalagi izin tersebut keluar karena adanya suatu gratifikasi
dari maskapai kepada pemerintah yang memberi izin.
Oleh karena itu perlu dituntut kesadaran dari semua pihak baik dari pemerintah,
maskapai dan juga masyarakat sebagai pengawas dan pengguna jasa angkutan
tersebut agar tidak terjadi insiden-insiden yang tidak diinginkan, dan untuk
mewujudkan moda transportasi ini yang baik, nyaman, aman dan berkualitas.
Sumber:
http://afanrais19.blogspot.com/2015/01/dampak-dan-penyebab-dari-pelanggaran.html
Minggu, 04 Januari 2015
DAMPAK GLOBALISASI DI BIDANG SOSIAL & BUDAYA DAN CARA MEMBENTENGI DIRI TERHADAPNYA
Globalisasi di era modern ini, dirasa sangat kental. Ia masuk
kesetiap bagian dalam suatu Negara, misalnya ekonomi, pendidikan, IPTEK, sosial
budaya dan lain lain. Bahkan semua orang dapat merakan efek dan pengaruh yang
dibawa Globalisasi. Pengaruh positif tentu sangat baik dan bisa diterima. Namun
selain pengaruh positif, juga terdapat pengaruh negatif. Sebelum membahas
dampak positik maupun negatif Globalisasi dalam bidang Sosial Budaya. Ada
baiknya kita memahami dulu apa yang dimaksud dengan globalisasi.
A. Pengertian
Globalisasi
Globalisasi berasal dari
kata globe yang berarti "dunia". Secara harfiah globalisasi bisa
diartikan sebagai proses mendunia. Globalisasi dalam bidang Sosial Budaya
merupakan proses sosialisasi & pertukaran budaya antar bangsa yang
melintasi batas Negara.
Ada sebagian orang yang
berpendapat bahwa globalisasi merupakan proses sosial, atau proses sejarah,
atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara berada dalam
ikatan yang semakin kuat untuk mewujudkan sebuah tatanan kehidupan baru
atau kita bisa mengatikan kesatuan ko-eksistensi yang nantinya akan menghapus
batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Pengertian ini didukung
oleh pihak yang mendukung terjadinya sebuah evolusi sosial ekonomi dan budaya.
Ada empat faktor pendukung munculnya globalisasi yaitu berkembang pesatnya
teknologi, telekomunikasi, transportasi dan adanya integrasi ekonomi. Namun
meski hanya empat faktor pendukung, dampak globalisasi merambat pada segala
sektor yang ada
B. Dampak
Globalisasi Bidang Sosial Budaya
1. Dampak Negatif
Globalisasi Bidang Sosial Budaya
Pengaruh Globalisasi
bidang Sosial Budaya yang paling dapat kita rasakan adalah “Masuknya Budaya Barat” (westernisasi).
Budaya barat sangat bertentangan dengan Bangsa Asia khusunya Indonesia yang
dianggap Budaya Timur. Di era Globalisasi ini, dengan mudahnya Budaya
Barat masuk melalui media internet, tv, ataupun media cetak yang
kemudian diserap oleh banyak anak-anak muda di Indonesia. Hal ini saling
berkesinambungan dengan pengaruh buruk lainnya dari globalisasi.
Bagi Bangsa Indonesia, Masuknya Budaya Barat dapat menyebabkan:
a.
Aculturasi
Biasanya ditandai dengan
perubahan budaya maupun kebiasaan dalam masyarakat. Norma masyarakat yang
sebelumnya menjadi pedoman bagi seseorang bertindak perlahan-lahan berubah
menjadi tidak dipedulikan lagi. Misalnya kebiasaan memberikan salam dan mencium
tangan pada orang tua sudah pudar di kalangan generasi muda.
Budaya atau kebiasaan
pada masyarakat seperti memberikan salam dan mencium tangan pada orang tua
sudah pudar di kalangan generasi muda sebagian besar disebabkan oleh masuknya
budaya Barat.
Memberi salam atau
mencium tangan orang tua sudah tergantikan oleh “Cipika-Cipiki” yang
diperkenalkan budaya Barat. Padahal ini tidak sesuai dengan Bangsa Timur yang
lebih mengedepankan etika dalam bermasyarakat. Terlebih dalam Agama Islam
“Cipika-Cipiki” dianggap dosa bila dengan lawan jenis.
Aculturasi juga ditandai
dengan kebiasaan anggota masyarakat melanggar aturan atau hukum. Hal yang tidak
biasa dalam masyarakat kini telah menjadi lazim untuk dilakukan. Hal ini akibat
kebebasan yang diajarkan budaya Barat sehingga dirasa terlalu bebas tanpa
disertai tanggung jawab.
b. Sikap Meniru
·
Meniru perilaku yang
buruk
Banyak sekali adegan
dalam film Barat yang tidak sepatutnya dicontoh oleh kaum muda. Misalnya,
perkelahian antar pelajar dan adegan-adegan kekerasan lainnya serta pelajar
yang terintimidasi atau sering ejek dan diganggu dalam sekolah, sifat tawuran
dan saling mengejek Antara sesama pelajar di Indonesia sudah sering terjadi
belakangan ini, padahal kalau kita lihat pada masa-masa lalu tidak ada yang
namanya tawuran maupun saling mengejek Antara pelajar di Indonesia.
·
Meniru Idola
Seseorang yang
mengidolakan suatu tokoh seperti aktris/actor atau penyanyi, pasti ingin sama
persis menjadi seperti idolanya, setidaknya dalam hal bergaya atau berpakaian.
Cara berpakaian para aktris/actor atau penyanyi dari barat (luar Indonesia)
sangat bertentangan dengan cara berpakaian di Indonesia bahkan ada yang bahkan
dianggap tak lazim bahkan mungkin dapat dikatakan “gila”. Tapi semua itu seolah
tak berarti dan tak diindahkan oleh kaum muda di Indonesia, dan tetap diikuti.
·
Cara berpakaian
Barat yang identik
dengan liberalisme, sangat bebas dalam berpakaian. Dan karena tren pakaian
dunia berkiblat pada bangsa Barat, maka style/cara berpakaian bangsa Barat pun
perlahan masuk dalam budaya kita dan berpakaian sangat sexy dengan rok pendek
sudah mejadi hal yang lumrah. Padahal berpakaian seperti itu di Indonesia
sangat bertentangan dengan budaya dan
adat, apa lagi kalau di masukkan dalam peraturan agama islam yang mengharuskan
kita berpakaian sopan dan menutup semua aurat kita, jadi ini sangat
bertentangan dengan gaya berpakaian orang Indonesia.
·
Sekularisme
Merupakan Ideologi
yang menyatakan bahwa sebuah institusi harus berdiri terpisah dari agama atau kepercayaan. Dalam kajian keagamaan, masyarakat dunia
barat pada umumnya di anggap sebagai sekular. Hal ini di karenakan
kebebasan beragama yang
hampir penuh tanpa sangsi legal atau sosial, dan juga karena kepercayaan umum
bahwa agama tidak menentukan keputusan politis. Tentu saja, pandangan moral
yang muncul dari tradisi kegamaan tetap penting di dalam sebagian dari
negara-negara ini.
Selain Masuknya Budaya
Barat yang menjadi akar dari semua dampak negatif Globalisasi bidang sosial
budaya, ada unsur lain yang ikut berperan dalam hal ini yaitu “Kemajuan IPTEK”. Kemajuan
IPTEK adalah dampak positif dari globalisasi dalam bidang Teknologi, namun ini
sedikit banyak membawa dampak negatif bidang Sosial Budaya yang diantaranya
melahirkan gaya hidup yang :
c. Individualistis
Dulu sosialisasi hanya
dapat terjadi jika kita pergi keluar rumah, menyapa tetangga ataupun mengobrol.
Namun dizaman modern ini, hanya dengan duduk dialam rumah dengan internet,
bahkan kita bisa bersosialisasi dengan orang-orang yang berada sangat jauh.
Inilah akar dari individualistis yang tercipta karena tidak bersosialisasi
secara langsung. Hal ini akan sangat merusak karena menciptakan seseorang
dengan sikap yang tidak memperdulikan orang lain selain dirinya.
d. Pragmatisme
Pragmatisme adalah sikap
yang menilai sesuatu dari untung ruginya bagi diri sendiri. Padahal
menolong tanpa pamrih adalah pelajaran dasar dalam bermasyarakat. Tapi semakin
majunya jaman, menyebabkan lunturnya nilai-nilai gotong royong dan
tolong-menolong dalam hal-hal kebaikan. Individu lebih mengarahkan pada
kegiatan yang menguntungkan dirinya saja.
e. Materialisme
Materialsme adalah doktrin
yang menyatakan bahwa kenyamanan, kesenangan, dan kekayaan merupakan
satu-satunya tujuan atau nilai tertinggi. materialisme adalah kecenderungan
untuk lebih peduli dengan materi dari pada rohani atau tujuan dan nilai
intelektual.
Materialisme adalah
pandangan hidup yang mencari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan
manusia di dalam alam kebendaan semata-mata dengan mengesampingkan segala
sesuatu yang mengatasi alam indra. Ini sesuai dengan kaidah dalam bahasa
indonesia. Jika ada kata benda berhubungan dengan kata isme maka artinya adalah
paham atau aliran.
Materialisme adalah paham
dalam filsafat yang menyatakan bahwa hal yang dapat dikatakan benar-benar ada
adalah materi. Pada dasarnya semua hal terdiri atas materi dan semua fenomena
adalah hasil interaksi material. Materi adalah satu-satunya substansi. Sebagai
teori materialisme termasuk paham ontologi monistik. Materialisme berbeda
dengan teori ontologis yang didasarkan pada dualisme atau pluralisme. Dalam
memberikan penjelasan tunggal tentang realitas, materialisme berseberangan
dengan idealisme.
Materialisme tidak mengakui
entitas-entitas nonmaterial seperti : roh, hantu, setan dan malaikat.
Pelaku-pelaku immaterial tidak ada. Tidak ada tuhan (Allah) atau dunia
adikodrati/supranatural. Realitas satu-satunya adalah materi dan segala sesuatu
merupakan manifestasi dari aktivitas materi. Materi dan aktivitasnya bersifat
abadi. Tidak ada Penggerak Pertama atau Sebab Pertama. Tidak ada kehidupan,
tidak ada pikiran yang kekal. Semua gejala berubah, akhirnya melampaui
eksistensi, yang kembali lagi ke dasar material primordial, abadi, dalam suatu
peralihan wujud yang abadi dari materi.
Jadi materialism tidak
mengakui adanya tuhan dan berpikir bahwa semua di dunia ini hanya materi. Ini
bertentangan dengan nilai agama di Indonesia dimana agama mengatakan ada
entitas selain entitas material yaitu roh, jin, setan dan malaikat, serta
meyakini adanya tuhan (Allah).
f. Hedonisme
Hedonisme adalah
pandangan hidup atau pola hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan
materi adalah tujuan utama hidup. bagi para penganut paham ini, bersenang
senang, pesta pora, dan berpoya- poya merupakan tujuan utama hidup, entak itu
menyenangkan bagi orang lain atau tidak. karena mereka beranggapan hidup ini
hanya satu kali, sehingga mereka merasa ingin menikmati hidup
senikmat-nikmatnya.
g. Konsumerisme
Konsumerisme
merupakan paham dimana seseorang atau
kelompok melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang
barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan
berkelanjutan. Dan inilah hal
yang paling sering terjadi seperti berbelanja pakaian terlalu banyak. Padahal
pakaian tersebut tidak semuanya dipakai dalam kehidupan sehari-hari.
2. Pengaruh Positif
Globalisasi Bidang Sosial Budaya
Banyak sekali pengaruh
buruk akibat Globalisasi yang kita rasakan. Namun tentunya masih ada pengaruh
positif Globalisasi Bidang Sosial Budaya yang dapat kita rasakan, atau mungkin
bagi sebagian banyak orang sudah mengalaminya.
a. Meningkatkan pembelajaran mengenai tata nilai
sosial budaya, cara hidup, pola pikir yang baik, maupun ilmu pengetahuan dan
teknologi dari bangsa lain yang telah maju.
b. Meningkatkan etos kerja yang tinggi, suka
bekerja keras, disiplin, mempunyai jiwa kemandirian, rasional, sportif, dan
lain sebagainya.
Dengan semua dampak
dampak globalisasi diatas adakah cara agar kita membentengi diri agar terhindar
dari dampak dampak negative dari globalisasi sendiri? Ada.
C. Cara Membentengi Diri
dari Dampak Globalisasi
1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang
tangguh, misal semangat menciintai produk dalam negeri.
2. Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai
Pancasila dengan sebail-baiknya.
3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama
dengan sebaik- baiknya.
4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan
menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.
5. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di
bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.
KESIMPULAN
Banyak pola hidup negatif akibat Globalisasi seperti konsumerisme,
pragmatism, hedonism, matrealisme dan lain-lain. Semua sikap tersebut akan
membuat lunturnya semangat gotong royong, solidaritas, kepedulian, &
kesetiakawanan sosial serta nilai-nilai agama. Nilai-nilai keagamaan dalam
kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara pun akan pudar karena dianggap tidak
ada hubungannya.
Juga terdapat beberapa
dampak positif yang dapat kita rasakan:
1. Meningkatkan pembelajaran mengenai tata nilai
sosial budaya, cara hidup, pola pikir yang baik, maupun ilmu pengetahuan dan
teknologi dari bangsa lain yang telah maju.
2. Meningkatkan etos kerja yang tinggi, suka
bekerja keras, disiplin, mempunyai jiwa kemandirian, rasional, sportif, dan
lain sebagainya.
Dari dampak globalisasi di bidang social dan budaya terlihat bahwa
dampak negative lebih
Mendominasi dari pada
dampak positivenya oleh karena itu kita harus punya pertahanan untuk membentengi
diri dari segala dampak dampak negativenya seperti yang sudah dijelaskan diatas
dan yang utama adalah perkuatlah keimanan kita terhadap Tuhan YME.
Sumber:
Sumber gambar:
http://www.pengertianahli.com/2013/08/pengertian-globalisasi-menurut-para-ahli.html#_
https://awidyarso65.wordpress.com/2008/10/23/e-learning-mendorong-pembelajaran-bilingual-di-sd-ypj-kk/
http://www.pengertianahli.com/2013/08/pengertian-globalisasi-menurut-para-ahli.html#_
https://awidyarso65.wordpress.com/2008/10/23/e-learning-mendorong-pembelajaran-bilingual-di-sd-ypj-kk/
Jumat, 21 November 2014
Narkoba dan Universitas
Kata kata Narkoba dan Universitas mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita,
bahkan keterkaitan satu sama lain antara narkoba dan universitas dalam artian
universitas sebagai wadah untuk pemakain, bertransaksi, sampai menjadi Bandar
dari narkoba tersebut mungkin memang sudah bukan berita mengejutkan lagi di
telinga masyarakat luas.
Seperti yang sudah kita semua ketahui bahwa Narkoba itu adalah
barang Haram yang sudah jelas dilarang dalam agama, maupun Negara, yang
seharusnya tidak kita sentuh dan wajib kita hindari.
Oleh karena itu saya akan membahas Penyebaran Narkoba di
Universitas dan hal hal yang harus dilakukan untuk menciptakan lingkungan
kampus bebas Narkoba. Kebetulan Saya sendiri disini adalah seorang mahasiswa
dari universitas Gunadarma, dan saya akan berpendapat apakah ada kemungkinan
kampus yang saya tempati ini terjaring dalam jaringan narkoba atau bersih dari
barang haram tersebut.
Banyak hal yang dapat dilakukan oknum oknum Bandar narkoba dengan
akal bulusnya demi barang haramnya itu, yakni narkoba dapat tersebar luaskan
dan pastinya mereka akan mendapat keuntungan yang dapat dibilang besar.
Salah satu modus yang sering digunakan oknum oknum Bandar narkoba
ini adalah, menawari Narkoba ini kepada mahasiswa dalam kampus yang tingkat
keamanannya rendah dengan Cuma Cuma atau gratis, pada awalnya memang diberi
gratis, tetapi karena narkoba bersifat adiktif, maka akan membuat pemakainya
menjadi pecandu yang sangat aktif, dan akan mengalami ketergantungan pada
narkoba itu. Dengan cara itu lah oknum oknum narkoba akan mendapatkan banyak
pesanan dari mahasiswa mahasiswa yang sudah tercandu.
Lalu apakah Universitas Gunadarma, kampus yang saya tempati ini
terjaring dalam jaringan narkoba?
Menurut pengalaman saya yang memang belum terlalu lama
berkuliah di kampus Gunadarma ini, kampus Gunadarma ini dapat dibilang mempunyai
tingkat keamanan yang cukup bagus, memang pada dasarnya mahasiswa di
Universitas Gunadarma ini dibebaskan merokok di luar gedung Universitas ini,
tetapi saya yakin bahwa mereka hanya mengkonsumsi rokok, dan tidak mengkonsumsi
Narkoba, karena mereka semua pernah mendapatkan test urin yakni pada saat masuk
Universitas ini menjadi mahasiswa baru. Yang artinya jika salah satu dari
mereka ada yang menggunakan Narkoba pasti akan ketahuan dan tidak akan diterima
di kampus Gunadarma ini.
Adapun cara menciptakan lingkungan kampus bebas Narkoba:
- Rektorat
2. Mensosialisasikan
dan mengawasi pelaksanaan kebijakan.
3. Menjalin
kerjasama dengan lembaga kesehatan, keagamaan, penegakan
hukum dan Badan Narkotika Nasional Pusat/Propinsi/kabupaten/Kota
setempat.
4. Membuka
jejaring dengan warga masyarakat di lingkungan sekitar kampus
dengan membentuk Tim/ Satuan Tugas Anti narkoba di
lingkungan
kampus/.
- Dekan / Dosen
1. Mensinergikan
pendidikan pencegahan penyalahgunaan narkoba ke dalam mata kuliah ekstra
kurikuler
2. Bekerjasama
dengan Badan Narkotika Nasional Pusat/Propinsi/kabupaten/Kota setempat
mengadakan pelatihan konselorsebaya bagi para mahasiswa.
3. Mengadakan
pertemuan berkala dengan orang tua mahasiswa dan pihak kampus dalam menyusun
program, melaksanakan kegiatan dan melaksanakan pengawasan terhadap program
kegiatan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di lingkungan
kampus.
4. Mendata
mahasiswa yang terindikasi beresiko tinggi terhadap penyalahgunaan dan
peredaran gelap narkoba.
5. Memberikan
konseling pada mahasiswa yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba.
6. Mengadakan
pendataan kasus penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus.
7. Merujuk
mahasiswa yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba ke tempat-tempat
rehabilitasi.
- Penjaga/Keamanan Kampus
1. Melaksanakan
pengamanan intern pada saat kegiatan kuliah.
2. Melaksanakan
pengamatan terhadap lingkungan kampus yang mencurigakan termasuk aktivitas
pedagang kaki lima dan petugas parkir di lingkungan kampus.
3. Melaporkan
hal-hal yang mencurigakan kepada Rektorat.
4. Menjaga
pengamanan intern di lingkungan kampus.
- Organisasi Mahasiswa Anti Narkoba
2. Mendukung
dan melaksanakan program-program dalam mewujudkan lingkungan bersih dari
narkoba.
- Mahasiswa
1. Mempelajari
bahaya penyalahgunaan narkoba dan mengembangkan potensi dirinya dalam
menghindarkan diri dari pengaruh penyalahgunaan narkoba.
2. Berpartisipasi
aktif dalam melaksanakan kegiatan pencegahan penyalahgunaan narkoba yang
dilaksanakan di lingkungan kampus.
4. Aktif
dalam mengikuti pelatihan, seminar, workshop tentang pencegahan penyalahgunaan
narkoba baik yang dilaksanakan oleh pihak kampus maupun di luar kampus.
5. Sebagai
sukarelawan tenaga Fasilitator Penyuluh P4GN bagi juniornya dan anggota Satgas
Gerakan Keamanan Kampus Bersih Narkoba di Lingkungan kampusnya.
6. Menjlin
komunikasi yang baik dengan teman sebaya dan warga kampus lainnya (Rektor,
dekan, Dosen, Orang tua dan Petugas Keamanan Kampus).
- Kampanye Anti Narkoba di Lingkungan Kampus
Untuk
menciptakan Lingkungan Bebas Narkoba, perlu juga menggencarkan kampanye anti narkoba
dengan kegiatan – kegiatan pokok yang dilakukan dalam Penerapan Program
Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba melalui Unit Kegiatan Mahasiswa ( UKM ) di
kampus.
Yakni untuk membuat kampus terbebas dari narkoba tidak dapat hanya
dilakukan oleh mahasiswa nya saja, tetapi lingkungan ini akan terwujud jika ada
kesadaran dan tindakan dari seluruh unit unit yang terjaring dalam kampus
tersebut.
Sumber:
Sumber gambar:
Selasa, 14 Oktober 2014
Konflik Pribadi
Saya
disini akan menceritakan sedikit tentang masalah pribadi saya dan cara
menghadapinya serta menyelesaikan masalah itu sendiri.
Sebelum
saya menceritakan masalah pribadi saya, saya akan sedikit mengulas sebenarnya
apa itu masalah ?, mengapa masalah terjadi terhadap kita ? haruskah kita
menyelesaikan masalah itu?. Tidak menutup kemungkinan kita sebagai manusia
pasti pernah memikirkan pertanyaan seperti itu dalam benak masing masing diri
kita. Masalah adalah dimana saat kita menyadari bahwa keadaan yang kita hadapi
tidak sesuai dengan keadaan yang kita inginkan, masalah dapat terjadi pada
siapa saja bahkan disaat kita tidak menginginkannya. Haruskah kita
menghadapinya? “YA!” karena masalah datang untuk menguji kemampuan kita untuk
menyelesaikannya, dan ingat Tuhan tidak pernah memberi masalah diatas kemampuan
yang kita miliki, jadi kita pasti bisa!
Contoh
masalah pribadi yang akan saya ceritakan ini, baru baru ini saya alami, dan
sangat memberikan arti dalam hidup saya pribadi untuk selalu ingat kepada
Tuhan.
Saat
itu, saat dimana sebentar lagi saya akan menjadi mahasiswa baru di Universitas
Gunadarma kira kira 2 minggu sebelum masuk perkuliahan, saya sangat menunggu
hari dimana perkuliahan itu dilaksanakan dan dapat saya ikuti, tetapi pada hari
sekitar 2 minggu sebelum pelaksanaan perkuliahan itu saya terkena musibah yang
cukup besar bagi remaja seusia saya, saya terjatuh dari lantai 2 dan langsung
menimpa meja makan yang terbuat dari kaca yang berada di lantai 1, hancurlah
meja makan tersebut dimana serpihan
serpihan kaca nya mengenai leher dan bahu saya, lalu saya dibawa ke rumah sakit
memasuki ruang UGD dimana hanya dilakukan penanganan ringan saja dikala itu
karena untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut saya harus menunggu dokter
bedah yang kebetulan sedang tidak ada di rumah sakit tersebut dan terpaksa
harus menunggu, disitu saya sempat putus asa dan berfikir negatif “bagaimana
jika saya cacat ? yang lebih buruk lagi
“bagaimana jika saya tidak kuat dan saya meninggal ?” fikiran fikiran tersebut
mulai memasuki otak saya,, tapi saya tetap ingat bahwa saya harus masuk saat
perkuliahan di mulai di Universitas Gunadarma dan itu membuat tekat saya untuk
sembuh dan menahan semua rasa sakit dari luka luka saya, penanganan pun
berlanjut sampai tahap operasi dan akhirnya saya dirawat, betapa bersyukurnya
saya bahwa saya sangat beruntung luka pada leher dan bahu saya tidak terlalu
dalam dan hanya bagian luar saja yang terkoyak jelas dokter yang menangani
saya.
Tak terasa seminggu sudah saya dirawat
dirumah sakit, dan pada hari itu saya di perbolehkan pulang karena semakin hari
perkembangan kesembuhan saya semakin membaik, tetapi saat itu leher dan bahu
saya masih di perban dan belum terlalu bisa digerakan untuk menengok dan
bergerak, dokter masih tidak tahu kapan perban saya akan dilepas tergantung
kering atau belum jahitan pada luka saya ini, kebetulan saat itu dokter berkata
untuk kembali lagi pada saat 2 hari sebelum perkuliahan saya dimulai untuk
melihat kondisi luka saya, lalu saya pun pulang untuk melanjutkan beristirahat
dirumah.
Pada saat saya pulang ke rumah saya
berfikir “apakah saya bisa sembuh ?” sementara leher dan bahu saya masih di
perban bahkan belum bisa di gerakkan sama sekali, lalu “bagaimana saya bisa
masuk pada saat perkuliahan dimulai?”, “haruskah saya masuk dengan perban
dileher saya ?” “bagaimana jika saya diledek banyak orang disana?”, pertanyaan
pertanyaan itu mulai muncul dalam benak saya dan saya sempat berputus asa, dan
mulai menyalahkan tuhan, “kenapa harus saya yang tertimpa masalah seperti
ini?”, tetapi tiba tiba saya ingat kata kata dari guru saya bahwa Tuhan tidak
pernah memberi masalah diatas kemampuan yang kita miliki, saya pun sadar jika
tuhan memberi saya masalah seperti ini itu berarti saya bisa menghadapinya dan
saya pasti bisa, saya mulai yakin!, semangat untuk sembuh pun mulai tinggi,
saya terus meminum obat dan merawat dengan baik luka saya, beberapa hari sudah
saya lewati, dan sampailah dimana hari itu 2 hari sebelum perkuliahan dimulai
dan dimana hari itu saya harus ke dokter untuk control luka saya, lalu saya
menuju rumah sakit dan segera menuju ruangan dokter, alangkah bahagia nya saya
saat dokter berkata “luka anda sudah cukup kering dan bisa di copot perbannya
dan di lepas jaitannya”, lalu perban dan benang jaitan pun dilepas,
Alhamdulillah pada saat itu juga saya mulai bisa menggerakan sedikit leher dan
bahu saya walaupun belum terlalu normal, lalu saya di perbolehkan pulang.
Saya sangat bersyukur kepada Tuhan
akhirnya luka saya sudah bisa dikatakan berada di kondisi yang mulai membaik,
dan perban pun sudah di lepas, yang membuat saya tidak perlu khawatir lagi jika
saya masuk perkuliahan saya akan malu dengan perban itu, akhirnya pada dimana
hari perkuliahan dimulai saya bisa masuk layaknya seperti mahasiswa mahasiswa
lain seperti biasa.
Kesimpulannya, tidak ada masalah
yang tidak bisa di selsaikan walau sebesar apapun masalah yang kalian hadapi
karena pada dasarnya Tuhan tidak pernah memberi masalah diatas kemampuan yang
kita miliki, jadi kita pasti bisa untuk menghadapinya!
baak.gunadarma.ac.id,www.gunadarma.ac.id,studentsite.gunadarma.ac.id,staffsite.gunadarma.ac.id
Langganan:
Postingan (Atom)



